Dewi juga mengatakan bahwa dalam memacu literasi dan inklusi keuangan syariah, BSI menyadari pentingnya sosialisasi dan edukasi yang tepat, juga produk layanan yang inovatif melalui digitalisasi.
Harapannya masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah dengan optimal.
BACA JUGA: Transaksi Digital Banking Naik 45 Persen, BSI Beri Nasabah Apresiasi Ini
BACA JUGA: BSI Masuk 5 Besar BUMN Kapitalisasi Pasar Terbesar
Keberhasilan atas konsistensi BSI dalam memacu literasi dan inklusi keuangan dapat dilihat dari pertumbuhan data dan dana nasabah perseroan.
Jumlah nasabah BSI telah mencapai 21 juta lebih dengan target pertumbuhan 2 juta-3 juta nasabah per tahun.
Perseroan pun mencatat shifting transaksi e-channel yang mencapai 98,03% per akhir Desember 2024, sedangkan sisanya masih menggunakan layanan di cabang.
Adapun jumlah transaksi melalui e-channel mencapai 851 juta transaksi dengan volume sebesar Rp956 triliun pada akhir 2024 lalu.
BACA JUGA: BSI Masuk 5 Besar BUMN Kapitalisasi Pasar Terbesar
BACA JUGA: Perkuat Penetrasi BSI OTO, BSI Genjot Pembiayaan Retail
“Kami menyadari literasi mendorong masyarakat untuk membuat keputusan keuangan yang bijak dan tentunya sesuai prinsip syariah.
Kami akan terus meningkatkan literasi keuangan syariah karena produk dan layanan perbankan ini terus berkembang.
Di sisi lain, BSI juga menyiapkan solusi keuangan komprehensif yang memenuhi kebutuhan finansial, sosial dan spiritual sehingga literasi dan inklusi ini akan tumbuh selaras,” ujarnya.
Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (KE PEPK) OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan hal senada dengan Dewi.







