BACA JUGA: Modus Penipuan Marak, BSI Imbau Nasabah Selalu Waspadai
BACA JUGA: BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global
Menurut Frederica, pihaknya mendorong agar pelaku jasa keuangan syariah terus berinovasi mengembangkan produk layanan.
“Kita bersama mencari cara-cara yang bisa menjangkau masyarakat yang sebetulnya hanya mau dengan syariah.
Ini tugas Bapak Ibu semua bagaimana menjangkau saudara-saudara kita yang inginnya hanya buka syariah tapi mungkin secara akses kurang mendapat akses,” kata Friderica.
Dia mengatakan, literasi dan inklusi keuangan selaras dengan Asta Cita Pemerintah dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
BACA JUGA: Selama Juli 2024, Layanan Weekend Banking Hadir di 540 Kantor Cabang BSI
BACA JUGA: Bangun Ekosistem Halal, BSI jadi Benchmark Perbankan Malaysia
Bahkan inklusi keuangan menjadi salah satu indikator utama pembangunan dalam RPJPN 2025-2045.
Terlebih, mengenai ekonomi syariah ini potensi pangsa pasarnya di Indonesia sangat besar dengan populasi Muslim yang sekitar 245,9 juta.
Adapun indeks literasi keuangan syariah mengalami pertumbuhan pesat mencapai 39,11% pada tahun lalu, sedangkan pada 2022 sebesar 9,14%.
Di sisi lain, inklusi keuangan syariah relatif stagnan dari 12,12% pada 2022 dan 12,88% pada 2024.
BACA JUGA: Buyer Mesir Raih Peringkat Pertama Business Matching BSI International Expo 2024
BACA JUGA: Transaksi Digital Banking Naik 45 Persen, BSI Beri Nasabah Apresiasi Ini







