PALEMBANG – Tim Pidsus Satreskrim Polrestabes Palembang menggagalkan pengiriman 4 mesin Harley Davidson impor ilegal asal Cina, Senin (27/3/2023) sekitar pukul 03.00WIB.
Selain 4 mesin moge itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang impor ilegal lainnya. Informasinya, pengiriman barang-barang impor ilegal itu menuju Jakarta dan berasal dari Pekanbaru Riau.
Aparat Polretasbes Palembang menyetop dan mengamankan truk box colt diesel nopol BM 9485 NU pembawa sejumlah barang impor tanpa mengantongi izin alias ilegal.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo mengungkapkan langsung kesuksesan Tim Pidsus Satreskrim Polrestabes Palembang kepada awak media, Senin (3/4/2023).
BACA JUGA: Penerbangan IU-643 Samarinda-Surabaya Alami Pecah Ban, Ini Keterangan Resmi SUPER AIR JET
Tampak hadir mendampingi Kapolda Sumsel antara lain Kabid Humas Kombes Pol Supriadi dan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib. Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah dan Kanit Pidsus Iptu Ledi.
Kronologi Penyitaan Mesin Harley Davidson Ilegal
Kapolda mengatakan, terungkapnya kasus ini berkat informasi adanya truk box colt diesel yang mencurigakan dari Pekanbaru ke Jakarta melalui jalur darat.
“Kemudian Tim Pidsus Satreskrim Polrestabes Palembang melakukan penyelidikan dan penyidikan. Mereka mendapatkan truk box memuat 18 jenis barang dan di antaranya 4 unit mesin Harley Davidson,” beber Kapolda.
BACA JUGA: THR ASN 2023 Jika Tidak Cair Sebelum Idul Fitri, Ini Kata Sri Mulyani
Untuk nilai rupiah sitaan 4 unit mesin motor Harley Davidson ini sendiri membuat warganet tercengang.
“Kalau lewat Bea dan Cukai, harga 1 mesin motor Harley Davidson ini kira-kira mencapai Rp1 miliar,” sebut Kapolda.
Sayangnya sampai sekarang, Polisi belum mengetahui siapa pemilik ataupun pemesan dari barang-barang ilegal ini.
“Barang ini belum ada yang mengakui, tapi yang jelas barang ini berasal dari Cina yang diantarkan ke Pekanbaru dengan tujuan Jakarta. Bukan ke Palembang, ini hanya melintas provinsi saja,” tambahnya.
BACA JUGA: THR ASN Cair Mulai 4 April 2023, Guru Paling Bahagia












