Program Desa BRILiaN 2025 Kembali Dibuka BRI, Ini Tujuannya!

Desa BRILiaN menjadi komitmen BRI dalam mendukung pengembangan desa berbasis komunitas dan teknologi

JAKARTA, TUJUANSATU.COM –  Program Desa BRILiaN 2025 kembali dihadirkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Pendaftaran Program Desa BRILiaN 2025 telah dibuka kembali oleh BRI.

Hal itu sebagai bagian dari komitmen BRI dalam mendukung Asta Cita Pemerintah yang menekankan pembangunan, dimulai dari desa dengan tujuan pemerataan ekonomi dan percepatan pengentasan kemiskinan.

Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI M. Candra Utama mengungkapkan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pengembangan desa berbasis komunitas dan teknologi.

BACA JUGA: WeBank Raih 3 Penghargaan di Ajang The Asian Banker Excellence in Retail Finance Services Awards Ceremony 2025

BACA JUGA: Saham BRIS Naik 4.78 Persen Bulan Ini, Tertinggi Dibanding Perbankan Lain

“Melalui Desa BRILiaN, kami ingin mendorong desa-desa di Indonesia agar semakin mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokalnya dengan dukungan ekosistem keuangan digital BRI,” ujarnya.

Sebagai program yang dirancang untuk meningkatkan perekonomian desa, Desa BRILiaN 2025 membuka kesempatan bagi desa-desa di seluruh Indonesia untuk bergabung dan mendapatkan manfaat dari ekosistem yang terintegrasi.

Program Desa BRILiaN sendiri merupakan program inkubasi dari BRI yang mendukung pengembangan desa melalui empat aspek utama: penguatan BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan sustainability.

Hingga akhir tahun 2024, jumlah Desa BRILiaN yang dibina oleh BRI mencapai 4.327 desa di seluruh Indonesia, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.178 desa.

BACA JUGA: Survei Bank Indonesia, Kenaikan Harga Properti Residensial Melambat

BACA JUGA: Crisil Coalition Greenwich Umumkan Pemenang Best Bank and Share Leader Award 2025 untuk Bank Korporasi

Dalam pelaksanaannya, Program Desa BRILiaN 2025 berfokus pada empat aspek utama yang menjadi pilar pengembangan desa.

Pertama, Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *