Aplikasi digital ini menyediakan modul klinis penting, video instruksional, dan panduan langkah demi langkah untuk meningkatkan penanganan obstetri darurat dan perawatan bayi baru lahir.
Program ini akan berlangsung selama 3 tahun dengan harapan dapat menjangkau lebih dari 3.850 tenaga kesehatan di 4 wilayah kabupaten dan kota, di NTB.
Respon Pemerintah Provinsi NTB
Mewakili Gubernur NTB, Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Sinta M. Iqbal dalam sambutannya menyatakan, Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik kerja sama antara YPH, MSD for Mothers dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
BACA JUGA: Kopi Nusantara Unjuk Gigi di Ajang Specialty Coffee Expo 2025 di Houston
BACA JUGA: 100 Fans Marvel di Indonesia Jadi yang Pertama Saksikan Marvel Studios Thunderbolts
Karena isu ibu dan anak yang mengalami masalah saat kelahirannya patut menjadi perhatian kita semua.
Angka kematian ibu hamil dan anak di NTB, lebih tinggi dari rata-rata nasional, menunjukkan bahwa ini adalah masalah serius yang perlu kita tangani bersama.
Besar harapan kami, dengan peluncuran program ini dan implementasi aplikasi Safe Delivery.
Tidak ada lagi ibu yang harus mengorbankan nyawanya saat melahirkan, atau bayi yang tidak sempat melihat dunia.
BACA JUGA: LEGO Group dan Formula 1 Hadirkan Koleksi Set LEGO Terbaru
BACA JUGA: Casio Luncurkan Jam Tangan MR-G, ini Penampakannya!
Program SAFE HANDS akan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di lapangan.
“Kami percaya, melalui kolaborasi yang erat, kita dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa ibu dan bayi serta menciptakan masa depan yang lebih sehat bagi generasi NTB mendatang,” tukas Sinta.









