PT SLR Kurangi Volume Batubara di Intermediate Stockpile KM 36, Ternyata ini Penyebabnya!

PT Servo Lintas Raya (SLR), perusahaan jasa logistik batubara di Sumatera Selatan, terus berbenah.

“Prinsipnya, local job for local boy, hal ini kami paparkan secara rutin kepada DPRD kabupaten dan provinsi bagaimana komposisi tenaga kerja perusahaan, dan kami selalu terbuka untuk masukan-masukan positif, karena semangat kita adalah sama dalam hal ini,” tambah Darwan.

Pengangkutan batubara tanpa harus singgah dan bongkar muat di IS 36 tentu akan jauh lebih efisien bagi perusahaan tambang.

“Sudah saatnya diterapkan sistim suply chain yang ketat dan timely,” ungkap purnawirawan berbintang dua ini.

Di tengah harga batubara yang menukik cukup tajam belakangan ini, tentu efisiensi usaha manjadi kata kunci bagi kelangsungan usaha.

BACA JUGA:Suka Belajar Bahasa Mandarin? Chinesia Luncurkan Kelas Live & Privat Global Mulai Mei ini

BACA JUGA:CUBC Payment Link Portal, Transaksi di Industri Pariwisata Kian Mudah dan Aman

Sekadar pengetahuan, harga batubara di sepanjang tahun ini terkoreksi cukup dalam, yakni sebesar 20,08 persen daripada harga rerata di tahun lalu.

Industri logistik batubara saat ini sedang mengalami tantangan yang cukup berat, baik karena regulasi pemerintah dalam hal DHE yang menahan dana hasil ekspor 100% selama setahun.

“Kemudian kewajiban menggunakan harga acuan, serta yang terbaru adalah kenaikan angka royalty, dimana semua itu terjadi ditengah turunnya harga batubara yang diprediksi terus berlangsung hingga beberapa tahun ke depan,” jelas Darwan.

Dengan berbagai langkah ini, ia mengharapkkan SLR akan beroperasi lebih efisien sesuai tuntutan situasi, dan dapat membangun iklim usaha yang berkelanjutan.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Gelar Rapat dengan BGN, Dorong Percepatan Operasional SPPG

BACA JUGA:Menteri PU Dukung Percepatan Penyelesaian JTTS Tahap II Palembang-Betung, Ini Progresnya

Darwan memastikan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan dan pimpinan daerah Kabupaten PALI, Muara Enim maupun Lahat, untuk secara bersama-sama menjaga iklim usaha yang kondusif demi perkembangan perekonomian dan masyarakat daerah.