MUARA ENIM, TUJUANSATU.COM – PT Servo Lintas Raya (SLR), perusahaan jasa logistik batubara di Sumatera Selatan, terus berbenah.
Salah satu pembenahan yang terpenting adalah meminimalisir dampak lingkungan atas beroperasinya jalur angkutan batubara.
Dari gangguan debu baik yang berasal dari jalan maupun dari intermediate stockpile (IS) atau area penampungan batubara di kilometer 36.
Terutama dalam mengantisipasi musim kemarau yang segera datang.
BACA JUGA:Manajemen Risiko Efektif dan Prudent, Kualitas Kredit BRI Semakin Membaik
BACA JUGA:Booth Indonesia Jadi Favorit di Hari Anak Korea, Musik hingga Permainan Tradisional Tarik Perhatian
Berbagai upaya perusahaan di IS 36 tersebut antara lain dengan penyiraman area dan pendirian dinding penyaring debu/dust net di lokasi terbaik sehingga menghalangi debu ke arah pemukiman warga.
Pasalnya semua pihak menilainya cukup efektif maka dalam waktu dekat SLR akan menambah lagi pendirian dinding penyaring debu secara berkelanjutan.
Termuasuk pula meninggikan serta memperpanjang jaring pengaman debu yang sudah ada di stockpile tersebut.
SLR juga bermaksud menambahkan fasilitas water gun dan penyemprot air yang berputar atau sprinkle untuk membasahi area.
BACA JUGA:Bill Gates Kunjungi Indonesia, Sampaikan Apresiasi Ini pada Prabowo
Selain itu semua, ada satu hal strategis yang lebih mendasar yang telah manajemen SLR putuskan yaitu bahwa mulai tahun ini perusahaan akan mengurangi beban atau volume batubara yang akan mampir di stockpile 36 secara bertahap hingga tinggal 50%nya.
