“Meski memiliki nama khas Sunda, namun masakan yang disajikan Boboko bukan hanya masakan Sunda, namun lintas Nusantara.
Seperti antara lain nasi goreng ayam dan kambing, bakmi goreng, ayam penyet, sate ayam, sate maranggi, ayam geprek, nasi padang rendang dan gulai, iga bakar, Indomie, cireng, cilok, batagor, tempe goreng, soto Betawi, gado-gado, es cendol dan es teler,” papar Diana.
BACA JUGA: BNI Luncurkan wondr by BNI, Solusi Pengelolaan Keuangan Lebih Terencana
BACA JUGA: Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Hutama Karya Perkuat UMKM di Rest Area Jalan Tol
Cita rasa yang dihadirkan Boboko, lanjut Diana, betul-betul otentik layaknya restoran di Indonesia, dengan sedikit penyesuaian supaya bisa diterima oleh lidah setempat.
Untuk menjaga otentisitasnya, Diana dan tim hanya menggunakan bumbu dan rempah asli Indonesia yang diimpor dari Belanda.
Maklum, tidak semua bumbu dapat dijumpai di Norwegia.
Kalaupun ada, cita rasanya berbeda dengan yang khas Indonesia.
BACA JUGA: Serba AI Serba Pintar, Samsung Hadirkan Samsung Experience Lounge untuk Bikin Hidup Lebih Praktis
“Bahkan untuk kunyit saya sampai menanam sendiri,” ujar Diana.
Sementara itu, Duta Besar Faizasyah menyambut baik pembukaan restoran Indonesia yang saat ini merupakan satu-satunya di Oslo tersebut.
Dubes Faizasyah juga menegaskan bahwa pembukaan Boboko merupakan kelanjutan dari Festival Indonesia Spice Up Oslo yang diselenggarakan tahun lalu, dan rencananya akan dilakukan kembali pada Mei 2025.
“Dengan adanya restoran ini, kami akan semakin spice up Oslo.







