Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam hal ini, pemerintah resmi akan memasukkan coding dan AI dalam kurikulum sekolah sebagai mata pelajaran pilihan sejak dini, mulai tahun ajaran 2025/2026 mendatang.
Langkah ini bertujuan untuk membangun generasi yang unggul dalam penguasaan teknologi, yang menjadi pondasi utama dalam menghadapi era digital yang terus berkembang.
Termasuk untuk mewujudkan visi generasi emas di tahun 2045.
Sejalan dengan visi tersebut, SIC Batch 6 terus memperkuat reputasinya sebagai program pendidikan unggulan yang menarik minat tinggi dari siswa/mahasiswa dan guru/dosen di berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA : Yuk! Spill Fitur Galaxy Tab S10 Ultra untuk Work Life Balance Efektif
BACA JUGA : Wih Keren! Vantage Markets Tampil Sukses di Ajang iFX Expo Dubai 2025
Hal ini tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai total 10.623 pendaftar, menunjukkan antusiasme besar terhadap program ini.
Pada SIC Batch 6 Stage 3 yang akan dilaksanakan pada 1 Maret – 12 April mendatang, peserta akan melanjutkan pembelajaran dengan pengenalan cara integrasi Artificial Intelligence (AI) menjadi Internet of Things (IoT).
Materi ini menjadi tahap yang dapat membekali peserta memahami keterkaitan antara AI dan IoT serta bagaimana integrasi keduanya dapat meningkatkan otomatisasi, efisiensi, serta pengambilan keputusan.
Untuk mengembangkan keterampilan dalam memecahkan solusi berbasis AI dalam pemrosesan gambar dan video, peserta diperkenalkan dengan Computer Vision dan Generative AI, termasuk cara menggunakan software Python dan platform kecerdasan buatan Gemini.
BACA JUGA : 139 Penindakan Rokok Ilegal di Jateng dan DIY Selama Januari 2025
BACA JUGA : Wuling New Cloud EV Hadir dengan Inovasi Baru dan Versi Lite













