Kira-kira separuh dari anak usia sekolah yang terdampak krisis di seluruh dunia tinggal di sub Sahara Afrika.
Laporan ini mengidentifikasi bahwa sub Sahara Afrika menghadapi masalah paling kompleks dalam menjamin hak pendidikan setiap anak.
Dan laporan tersebut juga menekankan bahwa perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan keparahan peristiwa cuaca ekstrem sehingga mengakbitkan lebih banyak anak putus sekolah.
Tahun 2024, banjir besar menghancurkan wilayah Sahel, Afrika Timur, dan Asia Tengah, sedangkan kekeringan parah melanda Afrika Barat Laut dan Selatan, serta beberapa bagian Amerika.
BACA JUGA: Promo Liburan Ceria, Nikmati Diskon Terbang Bersama Garuda
BACA JUGA: Indeks Kepercayaan Industri Meningkat pada Januari 2025, Capai 53,1 Poin
Efek gabungan dari semua krisis ini semakin memperburuk kerentanan pangan dan mendorong tingkat perpindahan di seluruh dunia yang memecahkan rekor.
Untuk mengatasi tantangan yang saling berkaitan ini, ECW dan para mitra strategisnya di seluruh dunia meminta tambahan dana AS$600 juta untuk mencapai semua tujuan yang diuraikan dalam rencana strategis 4 tahun ECW.
Dengan tambahan pendanaan dari donatur publik, sektor swasta dan orang-orang kaya, ECW dan para mitranya ingin menjangkau 20 juta anak yang terdampak krisis dengan menyediakan keamanan, kesempatan dan harapan akan pendidikan berkualitas pada tahun 2026.
