Kebiasaan Gas Sambil Ngerem di Tanjakan Bikin Motor Matic & Manual Cepat Rusak!

TUJUANSATU.COM – Banyak pengendara sepeda motor masih mengandalkan teknik membuka gas sambil menahan rem saat berhenti di tanjakan agar kendaraan tidak mundur.

Teknik ini sering kita temui di lampu merah, kemacetan jalan menanjak, atau antrean di kawasan perbukitan.

Cara ini memang terlihat praktis, tetapi justru dapat mempercepat kerusakan sejumlah komponen penting pada motor.

Tidak hanya motor matic, motor bertransmisi manual juga bisa mengalami dampak yang sama jika pengendara terus-menerus melakukan teknik salah ini.

BACA JUGA : Sering Gas Sambil Mengerem di Tanjakan? Kebiasaan Ini Bisa Bikin Motor Matic dan Manual Cepat Rusak

BACA JUGA : VinFast VF 2: Mobil Listrik Penantang Wuling Air EV dengan Harga Terjangkau!

Alih-alih motor diam di tempat dengan aman, teknik ini memaksa mesin menghasilkan tenaga saat roda masih tertahan rem.

Akibatnya, tenaga mesin tidak berubah menjadi gerakan, melainkan menjadi panas yang membebani berbagai komponen internal.

Berikut adalah dampak fatal kebiasaan buruk ini bagi kedua jenis motor:

Dampak Fatal bagi Komponen Motor Matic (CVT)

BACA JUGA : Lenovo V14 G4 ABP Ryzen 5 7430, Rekomendasi Laptop RAM 16 GB Terjangkau di Tahun 2026!

BACA JUGA : 4 Laptop Terjangkau untuk Mahasiswa Aktif di Kisaran Harga Rp3 Jutaan: Spesifikasi Ngebut, Bebas Lemot

Pada motor matic, sistem Continuously Variable Transmission (CVT) menjadi komponen yang paling menerima beban kerja tidak normal ini. Beberapa kerusakan serius yang bisa muncul antara lain:

  • Kampas Kopling Ganda Lebih Cepat Aus: Saat pengendara membuka gas sementara roda masih tertahan rem, kampas kopling ganda terus bergesekan dengan rumah kopling. Mengulangi kebiasaan ini akan mempercepat keausan kampas kopling sehingga usia pakainya menjadi jauh lebih pendek.

  • Suhu Komponen CVT Meningkat Tajam: Putaran mesin yang terus bekerja keras tanpa menghasilkan pergerakan roda membuat suhu di dalam CVT naik sangat cepat. Panas berlebih (overheat) tersebut akan mempercepat keausan komponen internal lain seperti roller, V-belt, hingga rumah kopling ganda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *