TANJUNG ENIM, TUJUANSATU.COM – SIBA Rajut UMK binaan Bukit Asam, yang sukses mengubah hobi menjadi ladang cuan.
Melalui kerajinan rajut, ibu-ibu yang tergabung dalam Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Rajut merasakan manfaat dari pembinaan yang dilakukan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Tak sekadar hobi, aktivitas merajut para ibu-ibu bisa mendatangkan cuan.
Berdirinya SIBA Rajut bermula dari pelatihan merajut asoy (tas belanja) yang digelar PTBA pada 2018.
BACA JUGA: Pacu Inovasi, Bukit Asam Dukung Hilirisasi Demi Ketahanan Energi
BACA JUGA: Dukung Pengembangan UMKM, Bukit Asam Raih Kadin UMKM Award 2024
Para ibu rumah tangga yang menjadi peserta pelatihan sepakat membentuk SIBA Rajut.
Saat ini Usaha Mikro dan Kecil (UMK) SIBA Rajut beranggotakan 15 orang ibu rumah tangga dari desa-desa di sekitar wilayah operasi PTBA.
SIBA Rajut menjadi wadah bagi mereka untuk berkumpul bersama, menyalurkan hobi, sekaligus memperoleh penghasilan tambahan.
“Kami para ibu rumah tangga yang tadinya ngerumpi enggak ada hasilnya, sekarang ada hasilnya.
BACA JUGA: Genjot Penjualan, Bukit Asam Tingkatkan Kapasitas Angkutan Batu Bara
BACA JUGA: Bukit Asam Raih Penghargaan Outstanding Community Development Campaign
Hobi tersalurkan,” ujar Ketua SIBA Rajut, Villy Villya.
Dari Bikit Asam awalnya hanya merajut asoy, kini para ibu rumah tangga tersebut sudah membuat benang ombre hingga berbagai kerajinan tangan.













