Meski upaya advokasi telah berjalan di tingkat daerah, belum ada respons kebijakan yang memadai.
Surat ini menjadi langkah strategis untuk mendorong perhatian di tingkat nasional, khususnya kepada wakil rakyat seperti Rahayu Saraswati.
Agar dapat menyuarakan aspirasi rakyat kecil di ruang-ruang pengambilan keputusan.
Pertemuan ini juga menyoroti stagnasi ambisi iklim Indonesia, yang tercermin dari lemahnya target bauran energi terbarukan serta kuatnya dominasi industri batu bara.
BACA JUGA: Aeris Beauté Hadirkan 2 Warna Baru The Signature 4-in-1 Brush
BACA JUGA: Pengaspalan Proving Ground Masuki Tahap Finalisasi, Diproyeksi Selesai Akhir April 2025
Sementara Indonesia baru memanfaatkan kurang dari 1% dari potensi energi terbarukannya.
Surat untuk Sara Bentuk Partisipasi Publik
Sisilia Nurmala Dewi dari 350.org Indonesia menyampaikan, Surat untuk Sara adalah bentuk partisipasi publik yang seharusnya lumrah dalam negara demokrasi.
“Sebagai perempuan dan ibu, saya berdiri bersama Sinta dan para perempuan serta ibu lainnya untuk melindungi masa depan generasi mendatang,” cetus Sisilia.
BACA JUGA: LEGO Group dan Formula 1 Hadirkan Koleksi Set LEGO Terbaru
BACA JUGA: Casio Luncurkan Jam Tangan MR-G, ini Penampakannya!
Menurutnya, jika Indonesia ingin menjadi bagian dari solusi krisis iklim, target energi terbarukan harus kita tingkatkan 3 kali lipat dari ketetapan semula.
“Surat ini adalah bagian dari desakan rakyat kepada para pemimpin negeri,” cetusnya.













