Psikotes dapat menguji berbagai aspek psikologis yang berkaitan dengan kemampuan dan karakter peserta.
Sementara itu, wawancara memberi kesempatan kepada peserta untuk menjelaskan alasan memilih Politeknik Statistika STIS serta kesiapan mengikuti pendidikan kedinasan.
Peserta sebaiknya memahami profil kampus, bidang statistika, serta alasan pribadi memilih program studi sebelum mengikuti wawancara.
BACA JUGA : Beasiswa CIMB Niaga 2026, Dukungan Penuh Mulai dari Biaya Kuliah hingga Penyelesaian Skripsi!
BACA JUGA : Syarat Lengkap Daftar Sekolah Kedinasan Kemenhub 2026, Nilai Rapor, Ketentuan Fisik, dan Daftar Kampus!
5. Seleksi Lanjutan III: Kesehatan dan Kebugaran
Tahap terakhir mencakup pemeriksaan kesehatan dan tes kebugaran jasmani.
Peserta perlu menjaga kondisi tubuh agar tetap prima sebelum mengikuti rangkaian pemeriksaan.
Pola seleksi STIS juga mencantumkan pemeriksaan kesehatan serta kebugaran sebagai bagian dari Seleksi Lanjutan III.
BACA JUGA : Tes Penampilan dan Kelainan Tubuh Seleksi Calon Praja IPDN, Apa Saja yang Diperiksa?
BACA JUGA : 7 Perguruan Tinggi Negeri yang Masih Buka Jalur Mandiri 2026, Peluang Berharga Masuk Kampus Negeri!
Karena setiap tahap menggunakan sistem gugur, peserta perlu mempersiapkan kondisi fisik sejak jauh-jauh hari.
Program Studi di Politeknik Statistika STIS
Politeknik Statistika STIS memiliki tiga program studi yang dapat menjadi pilihan calon mahasiswa.
Program tersebut mencakup DIII Statistika, DIV Statistika, dan DIV Komputasi Statistik.







