Kemudian pelatihan pengemasan dan pelabelan produk.
BACA JUGA: Rahasia Wangi Parfum Thailand: Tropis, Eksotis, dan Lembut
BACA JUGA: ALAND Buka Toko Ketiga di Pondok Indah Mall 1, Perluas Jangkauan Fesyen Korea Selatan di Indonesia
Peserta dibimbing secara langsung melalui demonstrasi dan praktik, dimulai dari persiapan bahan, penerapan higienitas, proses produksi, hingga teknik pengemasan yang layak jual.
Seluruh rangkaian pelatihan dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan, menandakan bahwa transfer teknologi berlangsung efektif dan dapat diterapkan secara mandiri oleh anggota PKK.
Koordinator Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Unsri menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan teknologi sederhana yang mudah diterapkan pada skala rumah tangga.
BACA JUGA: Konversi Energi PT Hakaaston, Implementasi Environmental, Social, and Governance
BACA JUGA: BSI Raih Sertifikasi Internasional ISO 22301:2019, Siap Go Global
“Kami berharap melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mampu memanfaatkan limbah perikanan dengan lebih bijak, tetapi juga dapat mengembangkan produk olahan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Tim PKM Unsri akan melakukan pendampingan produksi, evaluasi kualitas produk, serta peningkatan branding kemasan.
PKK Desa Sakatiga Seberang juga didorong membentuk unit usaha kecil berbasis olahan perikanan agar keberlanjutan program dapat terjaga.







