TUJUANSATU.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sriwijaya, atau Tim PKM Unsri melaksanakan program peningkatan kapasitas Pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sakatiga Seberang, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.
Peningkatan kapasitas melalui pelatihan pemanfaatan hasil samping perikanan menjadi produk bernilai tambah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan perempuan, pengembangan ekonomi keluarga, serta penerapan konsep zero waste di masyarakat.
Program dibuka secara resmi oleh Kepala Desa (Kades) Sakatiga Seberang, Edi Firmansyah diwakili Sekretaris Desa (Sekdes) Sakatiga Seberang.
BACA JUGA: Bea Cukai Lhokseumawe Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Rokok Ilegal ke Kejaksaan
Dalam sambutannya, Sekdes mengapresiasi pelaksanaan kegiatan karena relevan dengan kondisi desa yang memiliki potensi perikanan tinggi.
Namun, sebagian besar hasil samping perikanan seperti daging ikan sisa olahan masih belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat dan dapat dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Sebelum pelatihan dilaksanakan, tim PKM Unsri mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama perangkat desa.
BACA JUGA: Di Balik Sepinya Kampung Arab Al-Munawar: Warga Pertahankan Privasi dari Wisatawan
BACA JUGA: Jam Tangan dengan Kualitas Terbaik dan Elegan dari Bonia
Diskusi ini untuk memetakan kebutuhan masyarakat serta memastikan materi pelatihan sesuai dengan kondisi lapangan.
Proses validasi kebutuhan ini menjadi dasar penentuan metode pelatihan, teknologi tepat guna, dan jenis produk yang akan dikembangkan.
Pelatihan inti meliputi pembuatan nugget ikan berbasis daging ikan sisa olahan, dan produksi pupuk organik cair (POC) dari limbah ikan melalui fermentasi EM4.
