Dengan demikian, kata Anton, inklusi pun akan meningkat seiring dengan semakin luasnya akses layanan yang bisa digunakan seluruh segmen nasabah.
Ditambah lagi minat dan preferensi masyarakat terhadap layanan jasa keuangan dan perbankan syariah.
BACA JUGA: BSI dan BSI Maslahat Dorong UMKM Berkelanjutan Melalui Pemberdayaan Zakat
BACA JUGA: BSI Masuk 5 Besar BUMN Kapitalisasi Pasar Terbesar
BSI, lanjut Anton, akan mengoptimalkan potensi transaksi ritel melalui BSI Agen, QRIS dan EDC untuk digitalisasi transaksi di pasar.
“Selain itu juga BSI terus mengedukasi investasi emas bagi pedagang dan wirausaha, serta pembiayaan untuk perputaran modal usaha sesuai segmen yakni mikro, maupun kecil dan menengah,” kata Anton.
Total merchant QRIS BSI di area Yogyakarta sudah sekitar 21.000.
Dengan total transaksi hingga Maret Rp16,3 miliar dan jumlah transaksi lebih dari 3.500 per merchant, sedangkan total number of account (NOA) wirausaha di sana sebanyak 4.545 nasabah.
BACA JUGA: Modus Penipuan Marak, BSI Imbau Nasabah Selalu Waspadai
BACA JUGA: BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global
Segmen usaha didominasi oleh pedagang besar dan eceran, wirausaha makanan dan minuman, sosial budaya dan kerajinan.
Anton menambahkan, melalui pemberdayaan klaster pasar diharapkan inklusi jasa keuangan dan perbankan syariah di tataran pelaku ekonomi akar rumput semakin tumbuh dan kian kuat.
Hal tersebut sejalan dengan upaya BSI menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu katalis pembangunan ekonomi nasional.
Terlebih pelaku UMKM memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional.













