Warisan Leluhur Jawa, Ini 5 Jenis Puasa Kejawen yang Masih Diamalkan

TUJUAN SATU.COM – Di tengah arus modernisasi, sejumlah tradisi spiritual Jawa masih bertahan dan terus diamalkan oleh sebagian masyarakat.

Salah satunya adalah puasa Kejawen, sebuah laku tirakat yang dipercaya mampu menajamkan batin, menata jiwa, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Puasa dalam tradisi Kejawen tidak semata-mata menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana pengendalian diri, pengosongan hawa nafsu, dan latihan kesadaran spiritual.

Hingga kini, setidaknya ada lima jenis puasa Kejawen yang masih dikenal dan dijalani.

BACA JUGA: Kulit Gampang Kering dan Kusam? 4 Bahan Skincare Ini Disebut Bisa Jadi Penyelamat

BACA JUGA: SIMAK! Berikut 9 Manfaat Air Fermentasi

1. Puasa Nglangkung Dina (Puasa Ngebleng)

Puasa ini dilakukan dengan menahan makan dan minum selama satu hari penuh, biasanya dari maghrib hingga maghrib berikutnya.

Dalam praktiknya, puasa ini sering disertai dengan menyepi dan membatasi aktivitas.

Makna batinnya:

BACA JUGA: Tubuh Mudah Lemas Saat Puasa? Minuman Alami Ini Bisa Jadi Solusinya

BACA JUGA: Porsi Makan Buka Puasa yang Ideal, Biar Kenyang Tapi Gak Begah!

Melatih keheningan jiwa, fokus pada perenungan, serta memperkuat pengendalian diri.

2. Puasa Pangan Suci (Puasa Mutih)

Dalam laku ini, pelaku hanya mengonsumsi nasi putih dan air putih tanpa tambahan apa pun. Puasa ini kerap dijalani selama beberapa hari sesuai niat tirakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya