WoDEF 2025: Eksploitasi Hewan Akuatik dan Krisis Lingkungan yang Terabaikan

Hari ini, dunia memperingati World Day for the End of Fishing and Fish Farming atau WoDEF.

Sekitar dua pertiga (64%) stok ikan diklasifikasikan sebagai dieksploitasi secara berlebihan, dan 23% telah sepenuhnya dieksploitasi.

Artinya, ikan ditangkap lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk bereproduksi dan memulihkan populasi mereka.

Dampak Lingkungan yang Mengkhawatirkan

Eksploitasi hewan akuatik jarang menjadi sorotan dalam diskusi kesejahteraan hewan dan krisis lingkungan.

BACA JUGA: Donasi FBS Mendukung 250 Anak di Indonesia Selama Ramadan 2025

BACA JUGA: SIC Batch 6: Sinergi AI dan Kecerdasan Manusia untuk Inovasi Tanpa Batas

Padahal, perikanan skala besar mempercepat overfishing, mengganggu keseimbangan ekosistem laut, dan menyebabkan kepunahan spesies.

Budidaya ikan yang tidak berkelanjutan juga merusak ekosistem dan mengganggu keseimbangan biodiversitas.

Industri perikanan juga menjadi penyumbang besar polusi laut.

Investigasi terhadap Great Pacific Garbage Patch mengungkap bahwa 46% sampah terapung terbesar di dunia berasal dari jaring ikan.

BACA JUGA: Buka Puasa di JTTS? Coba Ragam Kuliner Khas Ini!

BACA JUGA: Volume Lalu Lintas Meningkat, 98.429 Kendaraan Lintasi Jalan Tol Trans Sumatera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *