Peningkatan ini tidak hanya mendorong penggunaan layanan, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan.
XL Axiata berkomitmen melanjutkan penerapan strategi ini sepanjang tahun 2025 dan kedepan.
Posisi keuangan XL Axiata menunjukkan sehat per akhir Desember 2024, utang kotor perusahaan tercatat sebesar Rp 12,5 triliun, sementara utang bersih mencapai Rp 11,1 triliun.
Rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) berada pada angka 2,5x, mencerminkan manajemen utang yang prudent.
BACA JUGA : Perdana di Jakarta, Liverpool FC Luncurkan Toko Retail Resmi Kedua di Surabaya
BACA JUGA : Indeks Kepercayaan Industri Meningkat pada Januari 2025, Capai 53,1 Poin
XL Axiata tidak memiliki utang berdenominasi valuta asing, yang memberikan stabilitas lebih dalam pengelolaan keuangan.
Dari total pinjaman yang ada, 53% memiliki suku bunga tetap (fixed), sementara 47% lainnya menggunakan suku bunga mengambang (floating), menunjukkan diversifikasi yang bijaksana dalam struktur pembiayaan.
Kemudian, free cash flow (FCF) perusahaan berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan sebesar 20%, mencapai Rp 10,5 triliun.
Hal ini sebagai komitmen XL Axiata untuk menjaga likuiditas dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.
BACA JUGA : Promo Liburan Ceria, Nikmati Diskon Terbang Bersama Garuda
BACA JUGA : MANTAP! IWAPI DPP Pariwisata Rayakan Hari Gizi Nasional dengan Misi Sosial di Eksotika Baduy












