Dalam memenuhi permintaan itu, Batik Air menjalankan strategi penggunaan pesawat utama dan pesawat cadangan secara efektif, terdiri dari:
1. Optimalkan jumlah pesawat utama dalam memenuhi kebutuhan penumpang selama musim ramai Lebaran. Batik Air mempersiapkan 67 pesawat, terdiri dari 30 Boeing 737-800NG dan 37 Airbus 320.
2. Menyiapkan pesawat cadangan sebagai langkah pencegahan jika terjadi masalah pada pesawat utama. Pesawat cadangan ini akan digunakan sebagai pengganti pesawat utama apabila terjadi masalah teknis atau kesalahan lainnya.
3. Perawatan dan memperbaiki pesawat secara tepat menggunakan metode berjadwal dan tidak berjadwal, sehingga ketersediaan pesawat utama terpenuhi selama musim ramai Lebaran.
BACA JUGA: Dapatkan Penghasilan Tambahan Silahkan Mendaftar di Link Berikut Ini
4. Keseluruhan pesawat utama dan pesawat cadangan dalam kondisi siap terbang dan memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas penerbangan.
Menerapkan kebijakan penggunaan pesawat yang efektif dan efisien selama musim ramai Lebaran berdasarkan bandar udara besar (main hub) terdiri dari Kualanamu (KNO), Jakarta (CGK), Jakarta (HLP), Surabaya (SUB), Makassar (UPG), Bali (DPS) dan Balikpapan (BPN), termasuk pengaturan waktu operasional pesawat dan penggunaan pesawat cadangan jika diperlukan. *













