Rencana Awal Event Charity
Andining Putri Candraningtyas, selaku Head of Human Resources and Public Relations Juseyo menambahkan, sejak awal pihaknya memang berencana mengadakan event charity.
“Kolaborasi dengan AFJ ini terasa pas untuk menyuarakan kampanye yang punya nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” urai Andining.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk respons terhadap situasi yang masih mengkhawatirkan
di Yogyakarta.
BACA JUGA: Build The Thrill 2025: Saksikan Kolaborasi the LEGO Group dan Formula 1 di Tahun ini
BACA JUGA: ACMI dan Continuum Resmikan Kerja Sama Pencetakan 3D Logam Berkelanjutan
DIY tercatat sebagai provinsi dengan konsumsi daging anjing tertinggi ketiga di Pulau Jawa.
Meski Gubernur DIY telah menerbitkan Surat Edaran No. 510/13896 Tahun 2023 tentang Pengendalian Perdagangan Daging Anjing, banyak pihak sangat menantikan langkah konkretnya.
Elsa Lailatul Marfu’ah, Koordinator Edukasi DMFI menyampaikan bahwa SE tidak cukup jika tidak ditindaklanjuti dengan kebijakan yang mengikat.
“Akhir April lalu kami terlibat dalam public hearing bersama DPRD DIY untuk membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terkait Raperda Inisiatif tentang Penyelenggaraan Keamanan dan Mutu Pangan Asal Hewan,” tuturnya.
BACA JUGA: Alterno Raih Pendanaan Seri A untuk Memperluas Skala Teknologi Panas Berkelanjutan
BACA JUGA: Animal Friends Jogja Gaungkan Sistem Bebas Sangkar Lewat Sarasehan Peternak di Blitar
Menurut Elsa, ini momentum penting agar praktik kejam tersebut dihentikan demi kesehatan masyarakat, kesejahteraan hewan, dan wajah Yogyakarta sebagai daerah berbudaya.
Melalui Bark In The Park II, AFJ dan seluruh kolaborator ingin menegaskan bahwa perubahan bisa kita mulai dari hal-hal kecil dari suara komunitas, kasih pada hewan, hingga solidaritas lintas isu.








