Pemerintah memperkirakan realisasi APBN pada akhir 2024 akan mencapai defisit sebesar -2,70% terhadap PDB, melebar dari perkiraan sebelumnya yang sebesar -2,29%.
Pengeluaran pemerintah diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar Rp 87,1 triliun dari perkiraan sebelumnya, terutama diakibatkan oleh pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan datang.
BACA JUGA: Ini Rahasia Maybank Indonesia Raih Laba Rp750 Miliar Pada Kuartal Pertama 2023
BACA JUGA: RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun
Secara keseluruhan, dengan perkiraan defisit APBN yang lebih tinggi untuk tahun 2024 sebesar -2,70% dari PDB, pemerintah perlu mengelola anggaran secara hati-hati.
Dengan memastikan APBN digunakan secara produktif dan menjaga disiplin fiskal.
Office of Chief Economist memperkirakan PDB Indonesia akan tumbuh sebesar 5,06% sepanjang tahun 2024, yang sebagian didorong oleh peningkatan pengeluaran pemerintah.







