JAKARTA, TUJUANSATU.COM – APBN Defisit – 0,34% Per 1H24
APBN mengalami defisit sebesar -0,34% dari Produk Domestik Bruto (PBD), atau mencapai Rp 77,3 triliun.
Pada semester pertama 2024 (1H24).
Demikian Daily Economic Review Office of Chief Economist PT Bank Mandiri, yang dilansir dalam laman Website bankmandiri.co.id, 15 Juli 2024.
Defisit yang terjadi ini lebih besar daripada defisit yang terjadi pada bulan sebelumnya, yang sebesar -0,10% pada Mei 2024.
BACA JUGA: BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global
BACA JUGA: Selama Juli 2024, Layanan Weekend Banking Hadir di 540 Kantor Cabang BSI
Juga lebih besar dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, yang masih mencatatkan surplus sebesar 0,71% dari PDB.
Defisit APBN pada 1H24 dipengaruhi oleh percepatan pengeluaran pemerintah dan pendapatan pemerintah yang terkontraksi.
Pengeluaran pemerintah pusat tumbuh positif, salah satunya didorong oleh pembangunan infrastruktur.
Per 1H24, pengeluaran pemerintah pusat meningkat sebesar 11,9% yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar 1,6% yoy.
BACA JUGA: Dengan Livin’ KPR, Bank Mandiri Hadirkan Solusi Kepemilikan Rumah bagi Nasabah
BACA JUGA: Bangun Ekosistem Halal, BSI jadi Benchmark Perbankan Malaysia
Kenaikan pengeluaran Kementerian dan Lembaga (K/L) terbesar terjadi pada belanja modal yang mengalami pertumbuhan tinggi sebesar 31,3% yoy.
Pemerintah memperkirakan defisit yang lebih lebar pada akhir tahun 2024.













