Daily Economic Review: Indonesia Catat Deflasi Secara Bulanan pada Januari 2025

Realisasi inflasi pada bulan Januari 2025 merupakan level terendah sejak tahun 2000

Di sisi lain, harga barang bergejolak meningkat menjadi 3,07% (yoy) pada Januari 2025 dari 0,12% (yoy) di Desember 2024.

Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi tercatat di Provinsi Papua Pegunungan, sementara inflasi terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah.

BACA JUGA: Dengan Livin’ KPR, Bank Mandiri Hadirkan Solusi Kepemilikan Rumah bagi Nasabah

BACA JUGA: Bangun Ekosistem Halal, BSI jadi Benchmark Perbankan Malaysia

Inflasi di Provinsi Papua Pegunungan tercatat sebesar 4,55% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,06.

Inflasi terendah terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah dengan hanya 0,02% (yoy) dan IHK sebesar 105,90.

Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri Daily Economic Review,  memperkirakan inflasi tetap terjaga pada level target pada tahun ini.

Penurunan inflasi pada Januari 2025 lebih dipengaruhi oleh faktor temporer, terutama penyesuaian tarif listrik.

BACA JUGA: RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun

BACA JUGA: Milad ke-4, BSI Perkokoh Transformasi dan Hadirkan 4 Inovasi Baru

“Sehingga kami perkirakan deflasi pada harga yang diatur pemerintah dapat bersifat sementara, dengan potensi kenaikan kembali dalam beberapa bulan mendatang akibat penyesuaian harga energi dan transportasi,” papar Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri.

Dari sisi global, ketidakpastian akibat kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) terhadap Tiongkok, Meksiko, dan Kanada dapat meningkatkan volatilitas di pasar keuangan.

Penguatan dolar AS dapat memberikan tekanan tambahan pada Rupiah.

Meski di sisi lain, pergeseran perdagangan antara negara-negara yang dikenakan tarif impor oleh AS dapat menciptakan menciptakan peluang ekspor bagi beberapa sektor di Indonesia.