JAKARTA, TUJUANSATU.COM – Utang luar negeri Indonesia tetap terjaga
Bank Indonesia melaporkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei-24 tetap terkendali.
Posisi ULN Indonesia pada akhir Mei-24 tercatat sebesar USD407,34 miliar atau tumbuh sebesar 1,77% (yoy).
Kenaikan pertumbuhan ini bersumber dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) dan juga sektor swasta.
BACA JUGA: BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global
BACA JUGA: Selama Juli 2024, Layanan Weekend Banking Hadir di 540 Kantor Cabang BSI
Mayoritas bersumber dari lembaga keuangan, ULN swasta tetap terjaga.
Demikian terungkap dalam Daily Economic Review, Office of Chief Economist, PT Bank Mandiri.
Dalam Daily Economic Review, dijelaskan bahwa posisi ULN swasta pada Mei-24 tercatat USD197,58 miliar, atau mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -0,42% (yoy), melanjutkan kontraksi pada Apr-24 sebesar -2,77% (yoy).
Perkembangan ULN tersebut terutama bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi sebesar -2,63% (yoy).
BACA JUGA: Dengan Livin’ KPR, Bank Mandiri Hadirkan Solusi Kepemilikan Rumah bagi Nasabah
BACA JUGA: Bangun Ekosistem Halal, BSI jadi Benchmark Perbankan Malaysia
Pemanfaatan ULN dioptimalisasi untuk pembiayaan sektor produktif.
Sektor-sektor tersebut meliputi:













