JAKARTA. TUJUANSATU.COM – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara konsisten mendorong program Sustainable Movement.
Salah satunya menempatkan Reverse Vending Machine (RVM), mesin pengolah botol plastik, di beberapa lokasi serta pada gelaran BSI International Expo 2024.
Demikian sebagaimana dirilis BSI di laman website resminya, www.bankbsi.co.id
Selama pameran ekosistem syariah dan halal lifestyle tersebut, masyarakat sangat antusias mengumpulkan 9.501 botol plastik atau sekitar 177 kilogram plastik yang berhasil diolah, dan dikonversi untuk pengurangan jejak karbon sebanyak 940.599 gram atau sekitar 900 kilogram.
BACA JUGA: Ini Rahasia Maybank Indonesia Raih Laba Rp750 Miliar Pada Kuartal Pertama 2023
BACA JUGA: RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun
Jika dihitung selama Januari hingga Mei 2024, secara nasional BSI berhasil mengurangi jejak karbon sebanyak 44,5 ton atau estimasi penyelamatan lahan 7.100 m2.
Direktur Compliance & Human capital BSI Tribuana Tunggadewi mengatakan, Sustainable Movement merupakan program BSI untuk mengajak masyarakat berkontribusi positif bagi kelestarian lingkungan dan keberlanjutan, sekaligus mendorong keuangan berkelanjutan.
“Tahun ini, perseroan secara perlahan telah menjalankan green activity dan green operation.
Diantaranya penggunaan mobil dan motor listrik untuk operasional, green building regional office Aceh, dan pemakaian solar panel di 3 kantor cabang BSI,” ujar Tribuana Tunggadewi yang akrab disapa Dewi.
BACA JUGA: Brankas Rilis Multi-Bank API Pertama di Asia Pasifik, Ini Kegunaannya
BACA JUGA: Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Hutama Karya Perkuat UMKM di Rest Area Jalan Tol
Hal ini sejalan dengan dengan komitmen kuat dan peran aktif BSI dalam mengimplementasikan keuangan berkelanjutan dari aspek ekonomi, lingkungan dan sosial, serta BSI sebagai Sahabat Finansial, Spiritual dan Sosial.
Pasalnya, perusahaan yang sehat baik dari sisi kinerja, juga harus didukung dari sisi aspek Good Corporate Governance (GCG) dan menjaga bisnisnya mulai dari hulu hingga hilir salah satunya concern terhadap ESG (Environment, Social, Governance).













