SINGAPURA – Dewasa ini banyak orang tua yang mengeluhkan gangguan kesehatan mata anak mereka.
Hal tersebut seiring dengan meningkatnya penggunaan gadget di usia dini.
Sehingga jumlah anak penderita miopia atau rabun jauh dan gangguan penglihatan lain pada anak menunjukkan angka yang semakin meningkat.
Namun demikian banyak anak dengan gangguan penglihatan tidak menyadari keadaan mereka sehingga menghambat perkembangan intelektualnya.
BACA JUGA : Raih Pendanaan US$ 6,5 Juta, Ini Cita-Cita Fit Hub untuk Dunia Kebugaran di Indonesia
Seorang optometris (dokter yang menangani masalah mata tanpa operasi) asal Singapura, Andy Teo menginisiasi upaya menangani masalah ini.
Pemilik taman kanak-kanak (TK) ini merilis sebuah kampanye urun dana (crowdfunding) melalui Indiegogo untuk proyek “Buku Skrining Mata Anak untuk Guru dan Orang Tua.”
Buku ini adalah board book anak berisi gambar pola bentuk yang mudah dikenali anak yang membantu guru dan orang tua melakukan skrining mata dasar kepada anak mulai dari usia 3 tahun.
Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi awal gangguan penglihatan pada mata anak.
BACA JUGA: Cek 6 Fitur Unggulan Headway Broker Baru Kelas Internasional yang Hadir di Seluruh Dunia
Termasuk mendorong lebih banyak sekolah di wilayah ini untuk melakukan skrining mata universal.
Spirit Andy pada proyek ini bermula dari pengalamannya mengalami gangguan katarak di mata kanannya semasa masih kanak-kanak.
Di samping pengalamannya mendeteksi gangguan penglihatan pada anak usia dini mulai usia 2 tahun di TK miliknya sendiri.
Lantaran sering secara sukarela melakukan skrining mata di sekolah-sekolah di wilayahnya, ia menyadari bahwa skrining mata tidak diwajibkan.













