Kebijakan Fiskal 2024 Ditempuh Melalui Optimalisasi 3 Fungsi Utama APBN, Ini Penjelasan Menkeu Sri Mulyani

Menkeu menyebutkan Kebijakan Fiskal 2024 diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Vantage Sabet Gelar “Best APAC Region Broker” di ADVFN International Awards 2023JAKARTA – Dengan mencermati dinamika perekonomian terkini, prospek perekonomian ke depan, serta agenda pembangunan yang harus dilaksanakan, arsitektur kebijakan fiskal 2024 diarahkan untuk mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kebijakan belanja negara untuk penguatan kualitas belanja dalam rangka menghasilkan output dan outcome atau dampak dan impact yang maksimal bagi masyarakat dan perekonomian,” beber Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati saat menyampaikan Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Rancangan APBN Tahun Anggaran 2024 di Rapat Paripurna DPR, Jumat (19/5/2023).

Menkeu menambahkan, pemerintah merealisasikan kebijakan fiskal 2024 melalui optimalisasi 3 fungsi utama APBN, yaitu alokasi, distribusi dan stabilisasi.

Pemerintah mengarahkan fungsi alokasi untuk mendukung transformasi ekonomi melalui peningkatan kualitas SDM, percepatan pembangunan infrastruktur, perbaikan kelembagaan dan regulasi, serta mendorong agar aktivitas ekonomi bernilai tambah tinggi melalui hilirisasi SDA.

BACA JUGA: Gerakan Skrining Mata Universal Lindungi Mata Anak

Untuk fungsi distribusi kata Menkeu, pemerintah arahkan untuk mendukung berbagai program afirmasi dalam rangka penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi 0% dan penurunan stunting ke 14% pada tahun 2024.

Sementara itu sambung Menkeu, pemerintah memperkuat fungsi stabilisasi dengan mengoptimalkan peran APBN sebagai shock absorber untuk mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

“Sehingga dapat menjadi fondasi yang kuat bagi penguatan resiliensi serta akselerasi pertumbuhan ekonomi,” tutur Menkeu Sri Mulyani.

Penguatan Reformasi Fiskal Secara Holistik

BACA JUGA: Kolaborasi LaLiga dan Epsom College Dirikan LaLiga Academy Malaysia

Selanjutnya untuk mendukung efektivitas dalam mengakselerasi transformasi ekonomi, pemerintah memerlukan penguatan reformasi fiskal secara holistik.

Pemerintah mengambil langkah tersebut melalui optimalisasi pendapatan negara dengan tetap menjaga iklim investasi dan keberlanjutan usaha, serta kelestarian lingkungan.

Konsisten melakukan upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas belanja negara (spending better) untuk menstimulasi perekonomian dan peningkatan kesejahteraan; serta mendorong pembiayaan yang inovatif, pruden, dan berkelanjutan.

Terlebih pemerintah mendorong optimalisasi pendapatan negara tahun 2024 dengan tetap menjaga iklim investasi serta kelestarian lingkungan.

BACA JUGA: Bridgestone EMSA dan SULP Ban Original Equipment untuk MERCEDES BENZ – Axor Euro 4, Ini Penampakannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar