TUJUAN SATU.COM – Bicara soal takjil buka puasa di Indonesia, rasanya belum lengkap tanpa kehadiran gorengan hangat yang baru diangkat dari wajan.
Aroma gurihnya langsung menggoda, teksturnya renyah di luar dan lembut di dalam, membuat siapa pun sulit menahan diri.
Tak heran jika gorengan selalu jadi primadona di meja berbuka.
Selain lezat, gorengan juga memberi asupan energi cepat setelah seharian tubuh berpuasa.
BACA JUGA:Resep Ayam Goreng Kremes Ala Rumahan, Gurihnya Pas untuk Menu Berbuka Puasa
BACA JUGA:Ini Alasan Sop Buah dan Kolak Tak Pernah Salah untuk Berbuka Puasa
Kandungan karbohidrat dan lemaknya membantu mengembalikan tenaga, meski tetap perlu dikonsumsi secara bijak agar tidak berlebihan.
Sejarah Gorengan di Indonesia
Gorengan dipercaya mendapat pengaruh dari teknik memasak Tiongkok yang dibawa oleh para perantau dan pedagang dari China ke Nusantara berabad-abad lalu.
Teknik menggoreng dengan minyak panas kemudian beradaptasi dengan bahan lokal Indonesia seperti tempe, tahu, hingga pisang.
BACA JUGA:Segarnya Gak Nahan! Es Timun Selasih Ini Bikin Berbuka Puasa Makin Nikmat
BACA JUGA:Banyak yang Salah Kaprah! Ini Cara Sehat Minum Es Teh atau Teh Hangat Saat Berbuka Puasa
Seiring waktu, gorengan berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner Indonesia, terutama saat Ramadan.
Ragam Gorengan yang Paling Diburu Saat Buka Puasa
Beragam jenis gorengan bisa ditemukan dengan mudah di pinggir jalan hingga pasar takjil:









![[Gambar-1]-Strategi-Nessie-Judge-Memaksimalkan-Peluang-dengan-Kreativitas-di-YouTube-Shopping-Affiliates-x-Shopees Nessie Judge](https://tujuansatu.com/wp-content/uploads/2025/02/Gambar-1-Strategi-Nessie-Judge-Memaksimalkan-Peluang-dengan-Kreativitas-di-YouTube-Shopping-Affiliates-x-Shopees-300x178.jpg)



