Sepuluh hari setelah Ayahnya wafat, hingga diasingkan Belanda pada 1 Juli 1821.
BACA JUGA:Keturunan ‘Wong Kito’ dari Lombok Cari Silsilah Keluarga, Temui Sultan Palembang Darussalam
BACA JUGA:Milad ke -357, Kesultanan Palembang Darussalam Dapat Kado Istimewa
Nama lahirnya sebelum berkuasa adalah Raden Muhammad Hasan Pangeran Ratu.
Dalam masa pemerintahannya, dia beberapa kali memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda.
Diantaranya yang disebut Perang Menteng.
Pada saat Bulan Suci Ramadan, Juni 1821, pihak Belanda melakukan melakukan serangan mendadak ke Palembang.
BACA JUGA:Ziarah Malam ke Makam Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam
BACA JUGA:Jadi Pusat Rempah Dunia, Yuk Telusuri Kaitan Erat Antara Sungai Musi dan Batanghari Sembilan!
Saat itu keluarga kesultanan sedang makan Sahur, dan tak menyangka Belanda melakukan serangan.
Serangan Belanda tersebut tidak menyurutkan semangat perjuangan para pejuang Palembang.
Namun karena kalah segalanya, pada 25 Juni 1821 Palembang jatuh ke tangan Belanda.
Sebagai tanda jatuhnya Palembang, pada 1 Juli 1821 Belanda mengibarkan bendera rod, wit, en blau di bastion Benteng Kuto Besak.
BACA JUGA:Sajian Sultan! 13 Kue Basah Khas Palembang Ini Jadi Hidangan Mewah Paling Dicari Saat Lebaran
BACA JUGA:Mario Andramatik Ungkap Rahasia Sejarah Megalitik Lahat di Hadapan Calon Prajurit TNI













