“Untuk memastikan keamanan dan kandungan nutri makanan, pilihlah produk dengan bahan utama berkualitas dan minim tambahan seperti perasa buatan, pewarna, atau pengawet sintetis yang berlebihan,” tambah dr. Lucy.
Selain itu, makanan beku yang telah dicairkan sebaiknya tidak disimpan ulang lebih dari empat hari untuk menjaga kualitas dan keamanannya.
Dengan memperhatikan cara penyimpanan yang tepat, makanan beku dapat menjadi alternatif yang sehat dan praktis untuk sahur dan berbuka selama bulan Ramadan.
Meningkatnya minat akan makanan beku siap saji memunculkan banyak pelaku UMKM yang fokus berjualan makanan beku dan menawarkan konsep makanan sehat tanpa bahan pengawet.
BACA JUGA: Cadangan Devisa Alami Penurunan pada Februari 2025, Ini Penyebabnya
BACA JUGA: Jelang Lebaran 2025, BRI Siapkan Uang Tunai Rp32,8 Triliun
Dengan semakin banyaknya pilihan makanan beku berkualitas, masyarakat kini bisa lebih mudah menyusun menu sahur dan berbuka yang praktis, lezat, serta tetap bernutrisi.
Michael Hariadi, Co-Founder Satu Porsi mengatakan, Satu Porsi memiliki misi untuk menghadirkan makanan bergizi dan praktis untuk masyarakat modern.
Makanan bergizi ini terdiri dari berbagai varian karbohidrat, protein, dan juga serat.
Sehingga masyarakat dapat melakukan Sahur dan Berbuka Puasa tanpa perlu mengorbankan kesehatan demi waktu.
BACA JUGA: TIKI Ajak OT Group dan Ustad Dennis Lim, Tebar Kebaikan dengan Takjil dan Tausiyah Ramadan







