Pasar Keuangan Berkelanjutan Global 2024 Meningkat, Tembus USD 1,04 Triliun

Penerbitan obligasi dan pinjaman berkelanjutan global mengalami peningkatan, dengan perolehan dana  USD 1,04 triliun pada 2024

Penggunaan dana pinjaman akan berfokus pada proyek lingkungan, di mana USD 166,9 miliar dialokasikan untuk renewable energy melalui penerbitan obligasi, sedangkan sejumlah USD 19,8 miliar didapatkan melalui pinjaman.

Di ASEAN, pinjaman berkelanjutan lebih diminati dibandingkan obligasi.

BACA JUGA: Bank Mandiri Sukses Raih 2 Gelar DKJ Awards 2024

BACA JUGA: BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global

Secara regional, sustainable loans menyumbang 45% dari total pembiayaan berkelanjutan, menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan sustainable bonds.

Singapura mencatat penerbitan obligasi berkelanjutan tertinggi, dengan OCBC dan DBS sebagai lender utama.

Sementara itu, Indonesia menempati peringkat keempat dalam penerbitan obligasi berkelanjutan, dengan total dana pinjaman USD 1,94 miliar yang sebagian besar berasal dari pembiayaan pemerintah.

Pasar keuangan berkelanjutan diperkirakan terus tumbuh, didorong oleh regulasi yang lebih ketat, insentif pemerintah, dan meningkatnya minat investor.

BACA JUGA: Bangun Ekosistem Halal, BSI jadi Benchmark Perbankan Malaysia

BACA JUGA: BRI Cetak Laba Rp60,64 Triliun, Konsisten Layani UMKM

Namun, negara berkembang masih menghadapi tantangan biaya pendanaan yang tinggi dan akses terbatas ke pasar global.

Secara regional, Indonesia berpotensi memperbesar perannya dengan kebijakan yang mendukung dan keterlibatan lebih luas di pasar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *