Adapun pengerjaan High Speed Ovale dengan kemiringan mencapai 20 persen serta uji coba berulang untuk area Dynamic, membutuhkan implementasi metode khusus dan peralatan presisi tinggi.
Aspal PG memberikan keunggulan langsung bagi proses pengujian kendaraan karena mampu menjaga kestabilan permukaan di berbagai kondisi cuaca dan beban.
BACA JUGA: Hutama Karya Jadi BUMN Infrastruktur Terbaik di Indonesia
BACA JUGA: Tol Padang – Sicincin Catatkan Trafik Tertinggi Ruas Fungsional Selama Periode Mudik Lebaran
Hal ini membuat hasil uji menjadi lebih akurat dan konsisten setiap kali dilakukan.
Selain itu, permukaan jalan yang rata dan seragam memungkinkan pengujian kecepatan, manuver, kebisingan, dan aspek performa kendaraan lainnya berjalan optimal tanpa terganggu oleh kondisi jalan yang tidak ideal.
Martin menekankan bahwa standar kualitas pengaspalan pada proyek ini memiliki toleransi kerataan sangat minimal.
“Lapisan hotmix harus memiliki permukaan prima dengan nilai toleransi maksimal hanya 2 milimeter.
BACA JUGA: Junction Palembang Operasi Bertarif Mulai 21 April 2025 Pukul 07.00 WIB
BACA JUGA: Tol Junction Palembang Siap Beroperasi, Ini Besaran Tarifnya
Penghamparan dilakukan tanpa jeda dengan menggunakan aspal PG berkualitas tinggi untuk menghasilkan permukaan yang sempurna,” imbuhnya.
Keberhasilan pengaspalan presisi tersebut merupakan hasil kolaborasi tim yang solid.
Dimana HKA kembali membuktikan reputasinya sebagai perusahaan terdepan dalam penyediaan dan konstruksi aspal hotmix di tanah air.
“Proyek ini menjadi bukti nyata kemampuan HKA mengeksekusi pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi. Semangat kolaborasi dan dedikasi tim di lapangan menjadi kunci pencapaian kami hingga saat ini,” tutup Martin Nababan, Direktur Operasi HKA.








