Angelina Pane, Manajer Program Nabati Nusantara sekaligus Co-founder Animal Friends Jogja
mengatakan, industri peternakan mendominasi emisi gas rumah kaca global, sedangkan pola makan
nabati terbukti dapat mengurangi dampak lingkungan secara signifikan sekaligus mempromosikan
keadilan akses pangan.
Pola makan ini tidak hanya bermanfaat bagi manusia dan lingkungan, tetapi juga memainkan peran penting dalam perlindungan hewan.
“Dengan mengurangi konsumsi produk hewani, kita dapat mengurangi eksploitasi dan penderitaan hewan. AFJ percaya bahwa melalui edukasi dan penyebaran informasi mengenai pola makan nabati, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih etis dan berwelas asih terhadap semua makhluk hidup,” bebernya.
“Saya yakin kita, bersama, bisa membuat perubahan berdampak besar dengan langkah kecil ini,” pungkas Angelina Pane.
BACA JUGA : Kearney Tunjuk Varun Arora sebagai Managing Partner Baru untuk Asia Tenggara
BACA JUGA : Perkuat Startup Teknologi dalam Ekosistem Indonesia, Arrow Electronics Gandeng STARFINDO
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh dua pembicara yaitu Tri “Ining” Mariyanti yang berprofesi sebagai edukator di bidang seni, budaya, dan pola hidup berkesadaran serta Willy Natanael
Yonas, BHM, ACSM-CPT, salah satu tim ahli gizi Nabati Nusantara.













