Untuk semakin memperkuat dukungannya kepada para founder dari awal hingga pertumbuhan, Antler terus menawarkan inisiatif ARC (Agreement for Rolling Capital) yang baru diperkenalkan.
Struktur pendanaan ini memungkinkan founder tahap awal untuk mendapatkan dana hingga $600.000 (Rp9,8 miliar), mencakup investasi awal, investasi lanjutan, dan ARC dalam 6-9 bulan pertama setelah pembentukan perusahaan.
Crunchbase sebelumnya mengindikasikan bahwa adanya perubahan fokus dari investor, dimana tren investasi tahap awal menunjukkan ketahanan yang lebih besar dibandingkan tahap lanjutan di Asia Tenggara yang adopsi digitalnya sedang bertumbuh.
Portofolio Antler telah menunjukkan daya tarik yang kuat di berbagai sektor, mulai dari enterprise software hingga fintech, sustainability, dan teknologi konsumen.
BACA JUGA: Promo Awal Tahun 2025, Yuk Nikmati Kemudahan Bertransaksi Lewat Solusi Keuangan Moxa!
BACA JUGA: Jelajahi Destinasi Baru, Scoot Tawarkan Penerbangan Langsung Terbaru Wina dan Kota Iloilo
Seiring adanya AI yang terus mengubah lanskap teknologi, semakin banyak pula founder yang memanfaatkan teknologi tersebut di berbagai industri.
Agung Bezharie Hadinegoro, Partner Antler Indonesia mengaku mempercayai perusahaan terbaik dibangun di pasar yang paling sulit.
“Saat yang lain melihat ketidakpastian, kami melihat peluang,” tutur Agung.
Menurut dia, lingkungan pasar saat ini telah menciptakan kondisi ideal untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan efisien modal.
BACA JUGA: Rayakan Imlek di Rumah Baru dengan KPR BRI, Promo hingga 31 Januari 2025
BACA JUGA: Soundbars Terbaru Samsung Berbasis AI di CES 2025, WAJIB PUNYA!







