Menurut Eng. John Tanui, mengingat akses visual sangat berperan dalam proses belajar siswa tunarungu, paket program ini juga mencakup solusi video conferencing.
Mewakili pemerintah, ia menyatakan mendukung peran sektor swasta dalam menjalankan program yang sangat bermanfaat di Machakos Primary School for the Deaf.
Program ini melibatkan kolaborasi strategis antara sejumlah mitra seperti Huawei dan UNESCO.
“Kami ingin terus mengubah kehidupan dan mata pencaharian masyarakat lewat kolaborasi tersebut, serta memajukan agenda inklusi digital,” tukasnya.
BACA JUGA :Galaxy A06 5G, Hape Dua Jutaan Gaming Lancar dan Makin Aman
Solusi Mendukung KISE
Sementara itu, Stephen Zhang, Deputy CEO Huawei Kenya menuturkan, solusi video conferencing ini mendukung Kenya Institute of Special Education (KISE).
Terutama untuk menyediakan layanan jarak jauh bagi pengelola sekolah, guru, dan siswa sekolah untuk anak tunarungu.
Lewat solusi ini, kapasitas mengajar di sekolah-sekolah tersebut dapat meningkat, dan akses layanan jarak jauh juga semakin mudah di akses.
BACA JUGA :Surplus Perdagangan Terjaga pada Level yang Tinggi, Ekspor Indonesia Tumbuh 14,05%
BACA JUGA :PT Bank Jasa Jakarta Salurkan 16 Ton Beras bagi Warga RW 03 Roa Malaka Jakarta







