TUJUANSATU.COM – Ada banyak film klasik yang berpengaruh dan meninggalkan jejak besar dalam dunia perfilman, tetapi tidak semuanya mendapatkan tempat di ingatan publik alias terlupakan kini. Di antara film tersebut pernah menjadi pionir dalam teknik penyutradaraan, tema yang berani, atau gaya visual yang memengaruhi banyak sineas besar setelahnya.
Namun seiring berjalannya waktu, karya-karya tersebut perlahan tenggelam dan hanya dikenal oleh segelintir pengamat film atau pencinta sinema lama. Padahal, film-film inilah yang berperan besar mengubah wajah sinema modern.
Daftar berikut ini, ada lima film klasik yang sangat berpengaruh, tapi nyaris lenyap dari radar budaya populer. Barangkali salah satunya sudah pernah kamu tonton!
1. Ménilmontant (1926)
BACA JUGA: The Amateur, Film Thriller Mata-Mata Terbaru Dibintangi Rami Malek
BACA JUGA: Film Terbaru Timothee Chalamet, A Complete Unknown Tayang di Bioskop Mulai Hari ini
Pada era film bisu, kebanyakan sutradara mengandalkan teks antaradegan (intertitle) untuk menjelaskan alur cerita. Namun, karya Dimitri Kirsanoff ini menunjukkan bahwa sebuah film bisa menyampaikan kisah emosional tanpa satu pun teks. Film diawali dengan adegan pembunuhan brutal menggunakan kapak, film ini mengandalkan close-up dramatis untuk membangun ketegangan.
Film ini berkisah tentang dua saudari yang mencoba pulih dari trauma tersebut, dan gaya editing yang inovatif membuat cerita tetap mengalir meski tanpa dialog. Film berdurasi 40 menit ini dianggap sebagai film Prancis pertama yang sepenuhnya menghilangkan intertitle. Kendati sangat berpengaruh, kini Ménilmontant nyaris terlupakan oleh publik.
2. Olivia (1951)
Jacqueline Audry hadir di tengah dominasi sutradara pria pada masanya. Ia menjadi pelopor dengan karya-karya berani bertema gender dan seksualitas.
BACA JUGA: Film Indonesia Tulang Belulang Tulang Tutup Pekan Film Asia Pasifik Pertama di Swiss
BACA JUGA: Cara Menyimpan Sayuran di Kulkas Agar Tetap Segar Selama 2 Minggu, Anti Busuk!
Di antara filmnya yang menonjol adalah Olivia yang mengangkat kisah cinta terlarang di sekolah asrama perempuan, dan menjadi salah satu film pertama yang mengangkat tema ketertarikan lesbian secara eksplisit di layar lebar.
Diadaptasi dari novel karya Dorothy Strachey, Olivia menyoroti obsesi seorang murid terhadap gurunya, dan berhasil menyentuh sisi emosional dengan gaya visual klasik.













