TUJUAN SATU.COM – Siapa yang tak kenal dengan Pempek, atau kerap juga dilafalkan dengan Empek-empek?
Panganan berbahan dasar ikan asal Kota Palembang ini, sudah begitu terkenal di Nusantara.
Saking enaknya, Pempek kerap dijadikan ‘wong kito’ sebagai makanan segala suasana.
Mulai dari sarapan, makan siang, makan sore, makan malam, pempek selalu hadir di meja makan.
BACA JUGA: Waspada! Ini 3 Jenis Makanan yang Bisa Memicu Kerusakan Ginjal
BACA JUGA: Banyak yang Anjurkan Madu saat Buka Puasa, Ternyata Ini Alasannya
Saat kondangan, pesta ulang tahun, lebaran, natalan, hingga Sincia, dipastikan ada pempek.
Pempek juga kerap dijadikan oleh-oleh bagi pendatang yang bepergian di Palembang.
Nah, tahukah kamu jika Pempek dalam setiap gigitannya menyimpan cerita panjang tentang sungai, ikan segar, dan racikan tangan-tangan terampil yang diwariskan turun-temurun.
Melakui olahan tangan-tangan terampil perajin pempek, panganan yang kini tampil dengan banyak varian itu hadir dengan teksturnya kenyal, rasanya gurih, dan aromanya langsung
membangkitkan selera bahkan sebelum disentuh cuko.
BACA JUGA: Berbuka Lebih Fresh! 7 Jus Buah Favorit Ini Cocok Dinikmati Saat Puasa
BACA JUGA: Masak Sahur dan Buka Puasa Tak Perlu Lama, 4 Produk Ini Bikin Dapur Auto ‘Sat Set’
Untuk menghasikkan Pempek Palembang yang terbaik, memang harus ada keseimbangan presisi antara ikan dan tepung sagu.
Karena sedikit salah perhitungan saja, pempek yang dihasilkan bisa keras atau lembek.







