Dengan visinya, dia memperkenalkan kurikulum inovatif yang mengutamakan etika, kesetaraan gender, pola pikir kritis, serta kepemimpinan.
Ashesi University kini menjadi lembaga pendidikan tinggi inovatif menghasilkan lulusan pembuat perubahan sosial positif di Afrika dan negara lain.
Peraih The Founders Award
Sementara, mantan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan secara spesial menerima “The Founders’ Award” atas kontribusinya terhadap transisi demokrasi yang berjalan damai.
BACA JUGA: Aktivis Energi Terbarukan Indonesia Bertemu Duta Besar RI di Brasil Jelang COP30
BACA JUGA: Paviliun Indonesia pada FHA 2025 di Singapura Bukukan Kontrak Ekspor USD 32,2 Juta
Terlebih, sebagai apresiasi atas tata kelola pemerintahan di masa kepemimpinannya.
Samuel Radebe dari Afrika Selatan juga meraih “The Founders’ Award” setelah mendukung keselarasan hidup lintasagama dan perdamaian masyarakat di Afrika.
Namun, penyerahan “The Founders’ Award” untuk Xanana Gusmão, Perdana Menteri Timor Leste, harus tertunda mengingat urusan mendadak.
Sunhak Peace Prize Apresiasi Pahlawan Perdamaian
BACA JUGA:Buyback Saham, BRI Siapkan Dana Rp3 Triliun
BACA JUGA:Galaxy A26 5G Resmi Hadir di Indonesia, Jadi Awesome Buat Main Free Fire
Mantan Sekjen PBB Ban Ki-moon berkata, memasuki 1 dekade, Sunhak Peace Prize terus menyoroti kontribusi penting pahlawan tanpa tanda jasa terhadap perdamaian dan solidaritas dunia.
Selain mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah berdedikasi.
Ia mengapresiasi Pendiri Sunhak Peace Prize Dr. Hak Ja Han Moon atas visi dan dukungannya terhadap perdamaian dunia,” pungkasnya.







