Tingkat Penghunian Kamar Hotel Menurun pada Februari 2025, Ini Penyebabnya

Salah satu penyebab penurunan TPK hotel adalah kebijakan efisiensi anggaran 2025

Katalis positif yang mendorong sektor pariwisata pada 2025 adalah:

1. Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor fokus pemerintah, seperti daerah pariwisata superprioritas, desa wisata, dan daerah-daerah yang menjadi tempat event-event internasional.

BACA JUGA: Paket Wisata dan Budaya Indonesia Menarik Minat Pengunjung Holiday World di Ceko

BACA JUGA: Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Meningkat, Tercatat 1,24 Juta Kunjungan pada Desember 2024

2. Minat masyarakat untuk traveling mulai kembali meningkat setelah pandemi berakhir.

Akan tetapi, faktor risiko yang dapat menahan sektor pariwisata ke depan yaitu:

1. Kondisi ketidakpastian geopolitik akibat kebijakan tarif Trump dan perang dagang, konflik di Timur Tengah dan Ukraina, yang dapat menahan daya beli masyarakat.

2. Kebijakan efisiensi yang memangkas anggaran perjalanan dinas.

BACA JUGA: Perjalanan Bijak Bikin Lebih Banyak Wisatawan Menetap, dengan Ekspektasi Tinggi Terhadap Pengalaman Menginap di Hotel Berbudaya

BACA JUGA: Candi Bumiayu Magnet Wisatawan Berkunjung ke PALI

3. Fluktuasi harga tiket pesawat mempengaruhi minat traveling.

Lebih jauh, TPK hotel bintang 3,4,5 diperkirakan sebesar 56,32 persen, berada di atas TPK hotel bintang 1 & 2 yang sebesar 63,52 persen, karena hotel bintang 3,4,5 masih menjadi favorit penginapan wisatawan.