Persentase responden yang menjawab kondisi likuiditas pada triwulan II 2024 ”lebih baik” sebesar 26,92%.
Sedangkan responden yang menjawab kondisi likuiditas ”lebih buruk” hanya sebesar 4,93%.
BACA JUGA: Ini Rahasia Maybank Indonesia Raih Laba Rp750 Miliar Pada Kuartal Pertama 2023
BACA JUGA: RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun
Pada triwulan II 2024 indikator tenaga kerja tercatat meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) 4,39%, lebih tinggi dari SBT 1,14% pada triwulan I 2024.
Lapangan usaha dengan SBT tenaga kerja yang tercatat meningkat.
Antara lain lapangan usaha pertambangan dan penggalian (SBT 0,74%), lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan (SBT 0,38%) dan lapangan usaha administrasi pemerintah, pertahanan dan jaminan sosial (SBT 0,27%).
Ke depan, para pelaku usaha optimis terkait kegiatan dunia usaha yang tetap kuat dan meningkat.
BACA JUGA: BSI Masuk 5 Besar BUMN Kapitalisasi Pasar Terbesar
BACA JUGA: Daily Economic Review: APBN Defisit -0,34 Persen Per 1H24
Kegiatan usaha pada seluruh lapangan usaha diperkirakan tumbuh positif.
Antara lain lapangan usaha Industri Pengolahan didukung kapasitas penyimpanan dan ketersediaan sarana produksi, lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian.
Lalu, lapangan usaha Konstruksi sejalan dengan berlanjutnya peningkatan aktivitas proyek bangunan, serta lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum didorong oleh peningkatan permintaan pada momen libur sekolah.
Kenaikan kegiatan usaha seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi domestik akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diperkirakan mencapai 5,06% yoy sepanjang tahun 2024.













