Pertumbuhan ini didorong oleh jenis penggunaan kredit meliputi Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK).
KMK tercatat tumbuh sebesar 7,6 persen yoy menjadi Rp3.374,8 triliun.
BACA JUGA: Pasar Keuangan Berkelanjutan Global 2024 Meningkat, Tembus USD 1,04 Triliun
BACA JUGA: Bank Indonesia Catat Cadangan Devisa USD 156,1 Milyar, Meningkat USD 0,4 Milyar
KI mencatatkan pertumbuhan terbesar dengan 12,2 persen yoy, menjadi Rp2.096,1 triliun.
Sementara, KK tercatat sebesar Rp2.213,4 triliun atau tumbuh sebesar 10,3 persen yoy.
Tim Riset Ekonomi Bank Mandiri memperkirakan, pertumbuhan kredit nasional akan tumbuh sebesar 10,47 persen yoy pada 2025.
Pertumbuhan yang tetap kuat ini, didukung oleh tren penurunan suku bunga yang dapat menjadi katalis utama dalam mendorong pertumbuhan kredit dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.
BACA JUGA: Realisasi Investasi Sepanjang 2024 Tumbuh 20,8 Persen, Mayoritas di Pulau Jawa
BACA JUGA: Masuk ke Dalam Dunia SEVENTEEN di Spotify CARAT Station Jakarta, Berlangsung hingga 9 Februari!
Namun, terdapat tantangan di sektor perbankan berupa pengetatan likuiditas, sehingga penyaluran kredit perlu dikelola secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, baik dari domestik maupun global.
Dengan demikian, risiko dapat dikelola secara optimal dan stabilitas sistem keuangan di Indonesia dapat terjaga.







