Hal ini terlihat jelas dalam pendidikan STEM, bidang pendidikan yang biasanya dipersiapkan untuk laki-laki.
Sehingga perempuan muda terkucilkan dari sisi akademis dan sulit memasuki pasar tenaga kerja.
Jumlah perempuan muda yang mengikuti ujian kelas 10 pada 2019 hanya tercatat 10,5% di Provinsi Lao Cai, wilayah pegunungan terpencil di Vietnam Barat Laut.
Lao Cai juga memiliki konsentrasi etnis minoritas yang tinggi.
BACA JUGA: British Council 2023 Kumpulkan Ribuan Delegasi dari 30 Negara
Pandemi yang terjadi turut memperburuk krisis pendidikan yang sudah tergolong parah di Vietnam.
Quyen bertekad mengubah hal ini dengan meningkatkan pendidikan STEM bagi perempuan muda dan dewasa yang terpinggirkan di Vietnam.
Ia juga membuka kesempatan untuk bergabung dan berkontribusi di bidang penting ini.
Sebagai Kepala Sains di Sekolah Genesis, Quyen berkontribusi besar dalam pendidikan STEM selama 8 tahun terakhir.
BACA JUGA: GA Telesis dan Tokyo Century Corporation Luncurkan HALO AirFinance
Sebagai pendiri proyek “STEM for Rural Area” pada 2018, Quyen telah membantu lebih dari 10 sekolah dan lebih dari 1.200 perempuan muda.
Ia juga menjadi duta program “Girl in STEM” gagasan British Council.
Program Quyen di SMA Le Hong Phong juga berhasil meningkatkan partisipasi siswa perempuan dalam kegiatan STEM hingga 70%.
Pada masa Covid-19, ia menggelar 28 webinar bagi guru STEM, serta menyajikan bahan belajar STEM yang baru.
BACA JUGA: WAJIB TAHU! Berikut Alasan Kenapa Bawa Bagasi ke Pesawat Dibatasi













