Ia juga melakukan pengembangan soft skill, termasuk keahlian konseling bagi lebih dari 84.000 guru di Vietnam.
Mizuki mengakui, 4 tahun terakhir, Clé de Peau Beauté fokus mengangkat sosok luar biasa penggerak perubahan positif lewat pendidikan dan pemberdayaan.
“Kami nilai Quyen sangat berfokus menyediakan pendidikan bagi siswa yang kurang mampu. Semangat dan pencapaian besar Quyen di tengah komunitasnya sangat mencerminkan aspirasi kami mengubah dunia lewat perubahan positif dan proaktif,” tukasnya.
Mizuki menilai, masa depan terlihat cerah, dan melalui ‘Power of Radiance Awards’, pihaknya ingin terus menciptakan dunia yang semakin bersinar.
BACA JUGA: Liburan Bersama Rute Baru Batik Air Bali – Singapura NonStop
Pihaknya juga imbuh Mizuki ingin menginspirasi pihak lain agar mengambil tindakan.
Bias Gender di Vietnam
Sementara Dao Thi Hong Quyen mengungkapkan keinginannya mengatasi bias gender di Vietnam. Ia berupaya mengubah pola pikir masyarakat tentang perempuan muda lewat pendekatan yang lebih mengutamakan kesetaraan.
Di sisi lain, Quyen mengaku ingin memberikan kepercayaan diri kepada perempuan muda agar mereka mengikuti dan mempelajari STEM.
BACA JUGA: Taiwan Promosikan Sertifikasi Makanan dan Minuman Halal
Dengan demikian, kaum perempuan ini dapat mewujudkan potensi dan menolak batasan yang pihak lain paksakan.
“Penghargaan ini mendukung saya untuk berkontribusi terhadap isu tersebut. Dan memperluas skala inisiatif STEM yang bersifat transformatif pada kesetaraan gender di Vietnam,” cetus Quyen.
Sebagai pemenang Power of Radiance Awards, Quyen meraih hibah untuk mendukung pendidikan STEM bagi perempuan remaja miskin dalam 3 komponen.
Ketiga komponen itu antara lain: STEM Remaja Etnis Minoritas, STEM Siswa Disabilitas, dan Kegiatan Komunikasi yang berkaitan dengan STEM.













