Sebelumnya, menurut Menteri Dody, Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan telah diuji coba terlebih dahulu secara fungsional pada Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Oleh karenanya, ruas tol itu telah siap mendukung kelancaran Mudik Lebaran 2025.
BACA JUGA: Proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket II Dikebut, Progres Capai 81,91 Persen
BACA JUGA: Selesai Uji Laik Fungsi, Jalan Tol Pertama di Sumatera Barat Ini Segera Dioperasikan
Selain Tol Binjai – Langsa Seksi Tanjung Pura – Pangkalan Brandan telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO), yang terbit pada 31 Januari 2025.
Selanjutnya, dipaparkan Menhub Dody, juga telah rampung sebagian Seksi Kuala Tanjung – Indrapura pada Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat dengan panjang 10,15 km.
Nilai investasi ruas tol itu mencapai Rp1,09 triliun.
Seksi Kuala Tanjung – Indrapura sendiri, lanjut Dody, merupakan Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, menghubungkan Tebing Tinggi dengan Pelabuhan Kuala Tanjung serta kawasan pariwisata Danau Toba untuk ruas Tebing Tinggi – Parapat.
BACA JUGA: 2 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera Rampung Tahun Ini
BACA JUGA: SK Menteri PUPR Terbit, Tol Binjai – Stabat Sumut Segera Penyesuaian Tarif
Menhub Dody berharap, selain untuk mendukung pengembangan kawasan industri, ruas tol itu juga meningkatkan konektivitas kawasan pariwisata Danau Toba.
“Tol Kuala Tanjung -Tebing Tinggi – Parapat memiliki total panjang 143,25 km, dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) oleh BUJT PT Hutama Marga Waskita,” ujar Dody.
Tol Kuala Tanjung -Tebing Tinggi – Parapat dibangun dalam 6 seksi, yakni:
Seksi 1 Tebing Tinggi – Indrapura sepanjang 20,4 km sudah beroperasi.













