Sebagai ikon kota Palembang yang paling terkenal, Jembatan Ampera menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh Sungai Musi.
BACA JUGA:Makanan Para Bangsawan, Lenggang Menjadi Bukti Warisan Kesultanan Palembang dan Telah Mendunia!
BACA JUGA:KHAS BANGET! 9 Sambal Andalan Wong Palembang yang Jadi Primadona, Ada Favoritmu?
Dibangun pada tahun 1962 dan diresmikan pada 1965, nama awalnya adalah Jembatan Bung Karno sebelum diubah menjadi Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) pada 1966.
Jembatan dengan panjang 1.117 meter dan tinggi menara 63 meter ini memiliki desain angkat vertikal yang dulunya memungkinkan kapal besar lewat, meskipun mekanismenya sudah tidak
beroperasi sejak 1970.
Pada malam hari, jembatan yang berwarna merah ini dihiasi lampu warna-warni yang sangat indah, dan sekitarnya banyak tempat kuliner yang bisa dinikmati sambil menikmati pemandangan
BACA JUGA:Gurihnya Bikin Nagih! Begini Cara Membuat Model Gandum Ala Palembang
BACA JUGA:Sering Lembek atau Keras? Tips Ini Jadi Kunci Pempek Palembang yang Sempurna
Sungai Musi.
3. Pulau Kemaro
Pulau kecil di tengah Sungai Musi ini memiliki keunikan karena tidak pernah terendam air meskipun saat banjir. Dikenal juga sebagai Pulau Cinta, nama “Kemaro” berasal dari bahasa lokal yang
berarti tidak tergenang.
BACA JUGA:Kenalan lebih Dekat Dengan Pempek, Makanan Tradisional Palembang yang Terkenal Hingga Mancanegara!
BACA JUGA:Inilah 5 Jenis Makanan Khas Palembang yang Disukai Masyarakat







