BACA JUGA: Brankas Rilis Multi-Bank API Pertama di Asia Pasifik, Ini Kegunaannya
BACA JUGA: Triwulan II 2024, Kinerja Kegiatan Dunia Usaha Terindikasi Meningkat
Dalam program ini, Bank Mandiri turut memberikan infrastruktur pendukung seperti buku tabungan, renovasi kantor sekretariat, alat timbangan, kendaraan pengangkut serta alat biodigester.
Serta, adanya integrasi kegiatan dengan program mandiri sekolah kejar paket.
Dimana penerima manfaat dari mandiri sekolah kejar paket wajib menyetorkan sampah ke bank sampah yang dikelola di bawah program mandiri pilah sampah.
Khusus di Jakarta, Program Mandiri Pilah Sampah dilaksanakan di 10 Bank Sampah yang tersebar di wilayah Kelurahan Mampang Prapatan dan Kelurahan Kebon Baru.
BACA JUGA: BSI Masuk 5 Besar BUMN Kapitalisasi Pasar Terbesar
BACA JUGA: Daily Economic Review: Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Terjaga
Terdapat dua contoh kisah sukses, yaitu Bank Sampah Mekar Sari di Rukun Warga (RW) 05 dan Mekar Wangi di RW 04 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Hasilnya, Bank Sampah Mekar Sari mampu merangkul 320 nasabah, dan hasil penimbangan sampah mencapai sebesar 2.600 kilogram per bulan serta mendongkrak nilai tambah sekitar Rp 5,3 juta per bulan.
Adapun, total nasabah di 10 Bank Sampah dengan periode 1 tahun terakhir adalah sebanyak 1.044 nasabah yang menghasilkan sampah non organik yang terkelola sebesar 87,5 ton.
Jumlah sampah organik terkelola 7,2 ton, serta jumlah minyak jelantah terkelola seberat 926 kilogram.
BACA JUGA: Daily Economic Review: APBN Defisit -0,34 Persen Per 1H24
BACA JUGA: BNI Blokir 214 Rekening yang Terindikasi Terlibat Judi Online
“Bank Mandiri konsisten mendukung operasional bank sampah sebagai usaha memberdayakan masyarakat.
Lewat program ini, masyarakat bisa mengolah suatu barang menjadi bernilai ekonomi.
