Meski memiliki efek samping, obat ini terbukti meningkatkan angka harapan hidup jutaan pasien kanker di seluruh dunia.
BACA JUGA:Rumah Sejuk Tanpa AC: Tanam 15 Jenis Tanaman Hias Outdoor yang Tangguh dan Menyehatkan
BACA JUGA:5 Tanaman Pembawa Kekayaan di 2026, Nomor 3 Wajib Ada di Meja Kerjamu
Tapak dara mengingatkan kita bahwa alam adalah laboratorium terbesar bagi dunia farmasi.
Berikut beberapa fakta unik dari tanaman Tapak dara dan Cemara Pasifik:
Tapak dara (Catharanthus roseus) dan Cemara pasifik (Taxus brevifolia) adalah tanaman yang menghasilkan beberapa obat kanker yang paling mahal dan penting secara komersial.
Senyawa aktif dari tanaman ini, seperti vinkristin, vinblastin, dan paklitaksel (Taxol), sangat sulit diekstraksi dan disintesis, sehingga harganya sangat tinggi.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Hobi, 8 Burung Murai Ini Jadi Aset Miliaran Rupiah, Nomor 1 Pecahkan Rekor MURI
BACA JUGA:Puasa Kok Berat Badan Naik? Ini 5 Kesalahan Sepele yang Sering Tak Disadari
Tapak dara (Catharanthus roseus) adalah satu-satunya sumber alami untuk alkaloid vinblastin dan vinkristin.
Vinkristin adalah salah satu obat paling mahal, dengan harga sekitar $15 juta per kilogram untuk bahan aktif murni, dan digunakan terutama untuk mengobati leukemia anak-anak.
Vinblastin juga sangat mahal, sekitar $2 juta per kilogram, dan digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker lain, termasuk penyakit Hodgkin dan koriokarsinoma.
Proses produksi sangat tidak efisien; dibutuhkan sekitar 500 kg daun kering untuk menghasilkan hanya satu gram vinkristin, yang menjelaskan biaya yang sangat tinggi.
BACA JUGA:Jangan Sering Mengigit Es Batu, Sangat Tak Baik Untuk Kesehatan Gigi
BACA JUGA:8 Tanaman Hias di Meja Kerja yang Bikin Kantor Adem, Nomor 3 Gak Pernah Mati!









