Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga, Ini Penilaian OJK!

OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga, di tengah tantangan perekonomian global dan domestik.

Ditinjau dari kepemilikan, bank BUMN menjadi pendorong utama pertumbuhan kredit, yaitu sebesar 10,98% yoy.

Likuiditas industri perbankan pada Januari 2025 masih memadai.

BACA JUGA: Bank Indonesia Catat Cadangan Devisa USD 156,1 Milyar, Meningkat USD 0,4 Milyar

BACA JUGA: Bank Mandiri Sukses Raih 2 Gelar DKJ Awards 2024

Rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 114,86% dan 26,03%, masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%.

Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 211,20%. Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,34% (vs.

Desember 2024: 2,69%), menunjukkan kinerja industri perbankan tetap resilien dan stabil.

Tim riset ekonomi memperkirakan, kinerja industri jasa keuangan, khususnya perbankan akan stabil pada tahun 2025.

BACA JUGA: Transaksi Digital Banking Naik 45 Persen, BSI Beri Nasabah Apresiasi Ini

BACA JUGA: BSI Targetkan Top 3 Bank Syariah Global

Diperkirakan kredit tahun ini akan tumbuh sebesar 10,47% (vs. 10,39% pada 2024), sementara DPK akan tumbuh sebesar 6,13% (vs. 4,48% pada 2024).

Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK triwulan I-2025 menunjukkan bahwa para responden optimis bahwa kinerja perbankan akan semakin baik.

Optimisme tersebut didorong oleh ekspektasi terhadap stabilitas kondisi makroekonomi, serta berlanjutnya peningkatan intermediasi dibarengi dengan kemampuan perbankan dalam mengelola risiko yang dihadapi, meskipun berada di tengah kondisi makroekonomi global yang kurang kondusif.